PUSKOMDAYS 2011

Berbahagialah kita, manusia yang tinggal dan hidup di Indonesia, sebuah negara bergelar zamrud khatulistiwa dengan segala kekayaan alamnya serta kondisi geografis yang berbeda-beda di sepanjang wilayahnya menjadi tanah air bagi berbagai penduduk yang memiliki karakeristik dan budaya yang demikian unik dan mempesona..

TRAINING PMBR 2011

Penerimaan Mahasiswa Baru adalah Ladang Untuk Merekrut Anggota , Untuk itu Perlu strategi , Perencanaan Yang Matang , dan Konsolidasi yang kuat Antar Pengurus Guna Menyukseskan PMBR 2010 , Untuk Itu UKM Al Banna Mengadakan Training PMBR guna Mensolidkan Pengurus dan Mematangkan Strategi , .

LPJ Pengurus 2010

Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kerja dakwah Selama 1 tahun telah usai di tunaikan , namun Estafet Dakwah tidak berhenti sampai disini , akan ada penerus perjuangan yang akan menegakkan Panji-Panji Islam di bumi Polinela .. Dan Bagi yg telah usai Perjalanan panjang masih menunggu di Depan..

Sabarlah Wahai Saudaraku !!

“Hendaklah kamu bersabar, sesungguhnya Allah itu bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal : 46). “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. “[Surat al-Baqarah ayat 153]

FLSDKN XV MALUKU

Mentari Menyala disini Disini di dalam hatiku Gemuruhnya sampai disini Disini di urat darahku Meskipun tembok yang tinggi mengurungku Berlapis pagar duri sekitarku Tak satupun yang mampu menghalangiku Menyala di dalam hatiku Hari ini hari milikku Juga esok masih terbentang.

Sabtu, 06 Agustus 2011

Heri Efendi 42 Tahun dan Al-Aqsha Masih Terbakar


Oleh: Heri Efendi

“Hari terberat dalam pemerintahanku,” ungkap Golda Meir, Perdana Menteri ke empat dan satu-satunya Perdana Menteri perempuan ‘Israel’, “Adalah hari pembakaran masjid Al-Aqsha”, “dan hari termudah dalam pemerintahanku,” aku Golda yang merupakan salah satu dari ke-24 deklarator berdirinya ‘negara Israel’ itu, “adalah hari-hari yang kulalui pasca pembakaran (masjid Al-Aqsha) tersebut”.

Kamis, 21 Agustus 1969. Hari yang begitu menyejarah. Hari yang membekaskan luka. Hari yang sejatinya tidak hilang dari ingatan setiap muslim. Hari dimana emosi dan rasa cemburu menyulut iman hingga ke dasarnya. Berkobar, bak lidah api yang menyambar. Meledak!

Ya… itulah hari ketika Kiblat pertama umat Islam itu dibakar. Ketika mimbar kebanggaan Sang Penakluk al-Quds, Sultan Shalahuddin, tak sempat lagi diselamatkan. Hangus bersama kobaran api yang melahap masjid Umar, mihrab Zakariya, Maqam Arbain, tiga koridor masjid, dan kubah kayu bagian dalam masjid. 48 unit jendela masjid pun hancur berkeping-keping bersama ambruknya atap masjid. Kerusakan mendera Dinding dan mihrab Masjid. al-Aqsha menjerit. Peristiwa yang begitu menyayat hati, mengguratkan kepiluan.

42 tahun berlalu. Peristiwa itu seakan ditelan zaman. Benar! Kobaran api yang dipercikkan ekstrimis-zionis berkebangsaan Australia, Michael Dennis Rohan, atas sokongan ekstrimis-zionis lainnya itu sudah lama padam. Bagian demi bagian masjid yang roboh dan hangus sudah selesai direnovasi. Namun, api itu belum sesungguhnya padam. Baranya masih menyala. Jilatan lidahnya, tidak sekedar sanggup menghanguskan bagian demi bagian Masjid Suci itu. Kobarannya bahkan lebih dahsyat. Menjelma menjadi proyek terpadu yahudisasi al-Aqsha dan Al Quds. Dari bawah digerogoti; Puluhan galian dan terowongan Yahudi mengancam robohnya pondasi al-Aqsha. Di atas, gelegar jet-jet tempur Zionis dengan intensitas dahsyat suara memekakkannya selalu siap menggedor kekokohan bangunan masjid. Sementara di darat, serbuan gerombolan-gerombolan Zionis-Israel tak pernah mengenal kata henti. Berbagai rupa penodaan, penistaan, dan makar untuk menghancurleburkan al-Aqsha bertubi-tubi terus dilancarkan.

Lalu apa yang dilakukan kaum muslimin? Adakah upaya untuk menyelamatkan al-Aqsha mubarak itu masih segegap-gempita ketika hari masjid tersebut dibakar? Adakah kepedulian untuk al-Aqsha masih tersisa dan menjelma? Apakah hanya sekedar kutukan dan kata-kata? Kemana OKI yang lahir dilatarbelakangi peristiwa tersebut? Kemana umat nabi Muhammad yang diseru untuk mencintai dan menjaga al-Aqsha? Milyaran dollar digelontorkan Zionis-Yahudi setiap tahun untuk memuluskan proyek yahudisasi al-Aqsha, adakah rezki yang masih kita sisihkan untuk ikut menjaga dan mempertahankan warisan para nabi tersebut? Ataukah benarkah kata-kata Golda Meir; bahwa umat Islam hanya sanggup melakukan pembelaan serius terhadap al-Aqsha hanya dalam satu hari saja?

Selasa, 02 Agustus 2011

Kepompong Ramadhan


Islamedia - Pada sebuah pohon yang rindang, terdapatlah sekelompok ulat bulu yang sedang asyik melahap dedaunan. Lalu tiba-tiba mereka dikejutkan dengan datangnya se-ekor kupu-kupu yang begitu cantik dan menawan. Ulat-ulat itu terpesona, mengagumi keindahan kupu-kupu itu. Kupu-kupu itu begitu menarik di pandangan mereka dan menjadi pusat perhatian dari ulat-ulat yang terdecak kagum.
“hi, siapa engkau?? Engkau begitu indah dan menawan, tidak seperti kami menjijikan dan menyeramkan.” Ujar seekor ulat pada kupu-kupu
“tahukah kamu wahai sahabatku ulat..aku juga dulu seperti kalian, hanya se-ekor ulat yng menjijikan, tak ada manusia yang mau mendekati aku. Lalu dengan proses panjang aku merubah diriku menjadi seperti ini. Yah...sekarang aku adalah se ekor kupu-kupu yang dicintai semua makhluk karena keindahan ku.”
“jadi kamu dulu juga se-ekor ulat seperti kami?? Lalu bagaimana caranya agar kami bisa menjadi seperti kamu??”
“kalian harus puasa selama 30 hari, tidak makan dan tidak minum, tahan dengan segala ujian yang sudah di tentukan-Nya, kalau kalian bisa melakukan itu, insyallah kalian pun akan menjadi seperti aku yang dicintai manusia.”
Kupu-kupu itu lalu pergi dan hinggap pada pohon yang lain.
Beberapa ulat itu kemudian mengikuti saran dari kupu2 untuk berpuasa selama 30 hari. Tapi ada juga sedikit dari ulat itu yang tidak mau mengikuti apa yang disarankan kupu2. Menurut mereka terlalu berat jika harus berhenti makan dan minum selama 30 hari. Mereka pasrah dengan keadaanya sebagai ulat yang menjijikan.
Dalam perjalannya menjadi se ekor kupu-kupu, ada beberapa ulat yang tergoda rayuan temannya yang sedang asyik menikmati makan daun yang begitu nikmat.
“sudahlah, kalian jangan menyiksa diri kalian, makanan ini begitu nikmat”.
Beberapa ulat tergoda, dan menghentikan meditasi mereka. Namun sebagian masih tetap dalam pendiriannya, tetap berpuasa, karena mereka yakin akhir dari perjalanan ini adalah keindahan yang begitu menakjubkan. Mereka tetap konsisten, tetap sabar dan terus berjuang dalam sangkar yang bernama kepompong..
Sampai harinya tiba..tepat dihari ke 30 mereka keluar dari sangkarnya itu, lalu mengepakan sayap cantik, dengan corak warna warni yang begitu indah dan mempesona, mereka terbang...terbang bergembira..mereka tersenyum puas memandangi tubuhnya telah berubah total dari ulat yang menjijikan menjadi kupu2 yang indah nan jelita..mereka bersyukur saat terbang diatas danau bening yang memantulkan wujud mereka yang baru..mereka menjadi kupu-kupu yang jelita dan menawan..
Sementara teman2nya hanya menatap terpesona dan penuh penyesalan...
Kawan!!
Untuk menjadi pribadi yang dicintai oleh semua orang, menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi pribadi yang berbeda dari sebelumnya, menjadi seorang yang sholeh, menjadi pribadi yang selalu berkata benar dari yang sebelumnya pembohong, menjadi pembela agama Allah dari sebelumnya memusuhi agama Allah, tidak bisa dilakukan dengan instan lantas jadi seperti yang diinginkan! Semua itu butuh proses panjang dan harus menghadapi ujian demi ujian.
Ramadhan adalah satu sarana yang selalu Allah berikan kepada kita setiap tahunnya. Jika kita mampu memanfaatkan dengan baik, bukan tidak mungkin kita akan menjadi kupu-kupu yang indah dan menawan. Di bulan ini kita dilatih dengan berbagai pelatihan yang sangat mendukung agar menjadi pribadi yang menawan, menjadi pribadi yang beruntung, bertaqwa, serta menjadi pribadi yang bersih baik dzahir maupun bathin. Kita berlatih untuk bersabar menahan nafsu dan amarah, kita dilatih untuk peduli dengan sesama, kita dilatih untuk menahan pandangan, pendengaran, kata dalam bicara, tindak dalam perbuatan, bisikan dalam hati, serta membersihkan keruh dalam fikiran. Kita dilatih untuk konsisten dalam amal, bersabar dalam sholat-sholat yang banyak dan panjang disetiap malam, kita pun dilatih untuk mencintai al-QurĂ¡n, juga yang tak kalah penting kita dilatih untuk mau memaafkan semua kesalahan semua orang.
Lulus dari proses metamorfosis ini kita akan menjadi pribadi yang baru. Kita seperti terlahir kembali laksana bayi yang baru lahir. Yang kehadirannya, ditunggu semua orang, yang kelahirannya disambut senyum bahagia semua orang, di peluk, dicium, di gendong, disayang dan di cinta semua orang. Laksana ulat yang berjuang agar menjadi lebih baik, ketika ia sukses menjalani semua ujian yang telah ditetapkan, ulat itu terlahir kembali menjadi kupu-kupu yang indah dan menawan.
Teringat kembali sebuah nasyid Ramadhan dari Izzatul Islam :

Bulan perjuangan tingkatkan iman
Pupuk pengorbanan suci
Bina kesungguhan bina keihklasan
Berbekal taqwa untuk...kehidupan...Ramadhan

Jadikan bulan suci cermin hati
Benahi hidup tuk Ilahi
Lepas belenggu dunia tuju ukhrowi
Sibak cakrawala imani
Luas membentang tak terhalang

Bulang suci cermin kan hati cerlang
Arungi hidup masa datang
Rahmat ampunan cahaya abadi
Raih kebebasan hakiki
Dari pedih ajab berkekalan

Kesabaran diraih penuh pengorbanan
Nafsu tunduk patuh terkendali
Keridhoan bukanlah suatu kemudahan
Capai gelaran kehormatan
Ambang Ar-royan di hadapan

Hindarkan kesiaan kata dan perbuatan
Tinggikan hari dengan kesibukan Robbani
Janganlah sampai keluar dengan tangan hampa
Tiada hasil kecuali lapar dahaga

Ingatkan diri sang junjungan di bulan rahmah
Tegakkan malam bertabur dzikir dan tilawah
Cerah hari bercahayakan
Indah menyinar ketaqwaan

Telah datang bulan keagungan
Bulan rahmah penuh keberkahan
Berlombalah merengkuh pahala
Raih malam sribu bulan..lailatul qodar..

Perbanyak yang di ridhoi Rabb mu
Syahadat istighfar selalu
Mintalah ridho-Nya Jannah tujuan mu
Mohon perlindungan dari neraka-Nya...
Ramadhan...Ramadhan...Ramadhan...

Semoga setiap jiwa kita kembali dengan sebenarnya fitrah. Menjadi pribadi yang semakin baik setelah menempuh ujian di kepompong Ramadhan...insya Allah..

Abu Rafah
islamedia.web.id

Jumat, 29 Juli 2011

Pernyataan Sikap FSLDK Tentang Datangnya Ramadhan 1432 H


PERNYATAAN SIKAP FORUM SILATURRAHIM LEMBAGA DAKWAH KAMPUS (FSLDK) LAMPUNG TERHADAP DATANGNYA BULAN SUCI RAMADHAN 1432 H

Bismillah

A. Pembukaan
Segala puji hanyalah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala , Dzat Yang Memiliki Alam Semesta , sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah bagi Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam, para keluarganya , para shohabatnya dan seluruh pengikutnya yang istiqomah hingga Yaumil Qiyyamah.
Berkenaan akan datangnya Bulan Ramadhan yang sangat dinanti dan dihormati oleh Ummat Islam, maka perkenanlah kami dari FSLDK Lampung, sebagai bahagian dari kaum muslimin, menyampaikan himbauan kami sebagai berikut :
B. Bagi Ummat Islam
1. Bersyukur dan gembira dengan datangnya Bulan Ramadhan 1431 yang sebentar lagi tiba.
2. Bertekad kuat untuk menunaikan ibadah Shaum Ramadhan dengan ikhlas dan berusaha memahami tuntunan-tuntunannya dengan menghidupkan upaya – upaya tholabul ilmi agar dapat merasakan hikmah dari ibadah tersebut.
3. Senantiasa melaksanakan ibadah-ibadah wajib dan menghidupkan ibadah-ibadah sunah seperti : Qiyyamul Lail / Tarawih, Tilawah dan Taddarus Qur-an , I’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan dan lain sebagainya.
4. Aktif menjaga kesucian suasana dan lingkungan dalam bulan Ramadhan dengan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.
C. Bagi Masyarakat Umum
1. Turut menghormati bulan Ramadhan dan ibadah-ibadah yang sedang dijalankan kaum muslimin, yaitu dengan tidak makan minum , merokok dan sejenisnya pada siang hari di tempat – temput terbuka . Begitu juga tidak membunyikan petasan ( mercon ) karena mengganggu kekhusyu’an ibadah.
2. Pemilik Restoran / Rumah Makan agar tidak buka di siang hari kecuali di Terminal Bus , Stasiun Kereta , Bandara dan Pelabuhan Laut dimana dikhususkan bagi para Musafir.
3. Bagi pengelola tempat – tempat Hiburan Malam semisal Night Club, Karaoke, dan yang semacamnya hendaklah tutup penuh selama bulan Ramadhan.

D. Bagi Pemerintah dan Aparatnya
1. Hendaknya pro aktif dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi pelaksanaan ibadah kaum muslimin dengan mengawasi segala bentuk kegiatan yang ditengarai dapat mengganggu kekhusyu’an kaum muslimin yang sedang melaksanakan ibadahnya.
2. Memberikan tindakan tegas tanpa pandang bulu bagi siapa saja yang merusak, mengganggu ataupun melecehkan pelaksanaan ibadah kaum muslimin dalam bulan Ramadhan ini.

E. Penutup
Demikianlah, semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala melimpahkan taufiq dan hidayahNya bagi kita semua agar kita memasuki bulan Ramadhan nanti dengan persiapan yang matang hingga seusainya, kita dikaruniaiNya ketaqwaan sebagai sebaik – baik bekal dalam mengarungi kehidupan dan selamat hingga kehidupan akherat kelak, amiin !

Sabtu, 16 Juli 2011

Semarak Pawai Simpatik Ramadhan


Saat yang di nantikan akan segera tiba

HARI KEMENANGAN 1432 H

Bulan Penuh Rahmat dan Maghfirah

MARHABAN YAA RAMADHAN

Hadir dan Ikuti

SEMARAK PAWAI SIMPATIK RAMADHAN 1432 H
(dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan)

LONGMARCH : Masjid Taqwa Tanjung Karang sampai Tugu Adipura Bandar Lampung

Waktu : Ahad, 24 Juli 2011
Pukul : 09.00 s/d 12.00 WIB

NB: Peserta memakai pakaian putih, bagi organisasi membawa atribut berupa bendera, spanduk, poster, leflet, dll
________________________________________
​______________________

Presented By : Puskomda FSLDK Lampung
CP : 0857 6829 9361